Senin, 19 Desember 2011

Seperti Apakah Konjungsi Itu??????

KONJUNGSI
 


 
Konjungsi adalah kata sambung yang berfungsi menghubungkan frasa, klausa, dan kalimat dalam suatu konstruksi dengan berbagai cara.

Ciri-ciri konjungsi antara lain yaitu:
a.    Koordinasi menghubungkan dua klausa atau lebih yang setara, sedangkan koordinasi menghubungkan dua klausa yang salah satu diantaranya merupakan bagian dari klausa yang lain. Bagian kalimat yang dihubungkan oleh konjungsi, baik koordinatif maupun subordinatif itu sendiri dapat berbentuk kalimat majemuk; dan
b.    Pada umumnya posisi klausa yang didahului subordinatif dan, atau, dan tetapi, tidak dapat diubah tanpa menghasilkan kalimat yang tidak berterima jika klausa ditempatkan di awal kalimat. Lain halnya dengan kalimat yang diawali dengan subordinator seperti selama, walaupun, dan sebelum. Pemindahan klausa subordinatif pada awal kalimat menghasilkan kalimat yang baik.
c.    Acuan kataforis (pronomina mendahului nomina yang diacunya) diperbolehkan dalam hubungan subordinatif tetapi tidak diperbolehkan dalam hubungan koordinasi.
Klasifikasi konjungsi adalah sebagai berikut:
•    Konjungsi Koordinatif
Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih,  kedua unsur itu memiliki status sintaksis yang sama, dan kedudukannya sederajat. Karena konjungsi ini selalu menghubungkan dua konstituen maka letaknya tidak terdapa pada awal kalimat. Kelompok konjungsi ini yaitu:
(1)    dan menandai hubungan penambahan;
(2)    atau  menandai hubungan pemilihan;
(3)    tetapi menandai hubungan perlawanan;
(4)    serta menandai hubungan perdampingan;
(5)    sedangkan menandai hubungan pertentangan;
(6)    padahal menandai hubungan pertentangan;
(7)    melainkan menyatakan hubungan pertentangan;
(8)    kemudian; dan
(9)    lalu menyatakan hubungan urutan.
Contoh pemakaian konjungsi koordinatif dalam kalimat antara lain adalah sebagai berikut.
a.    Ia pergi bersama anak dan istrinya.
b.    Kakaknya sangat pandai tetapi adiknya bodoh.
•    Konjungsi Subordinatif
Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa atau lebih, dan klausa itu tidak memiliki status sintaksis yang sama atau kedudukannya tidak sederajat. Salah satu dari kalimat itu merupakan anak kalimat dari kalimat induknya. Konstituen yang satu menjadi atasan yang bebas dan konstituen yang lain menjadi konstituen bawahan yang kedudukannya tergantung pada konstituen pertama. Dilihat dari perilaku sintaksis dan semantiknya, konjungsi subordinatif dapat dibagi menjadi tiga belas kelompok kecil. Berikut adalah kelompok-kelompok konjungsi subordinatif.
a.    Konjungsi subordinatif waktu antara lain, yaitu sejak, semenjak, sedari, sewaktu,  ketika, tatkala, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum, sehabis, selesai, seusai, sehingga, dan sampai.
b.    Konjungsi subordinatif syarat anatara lain, yaitu jika, kalau, jikalau,asal(kan), bila, manakala.
c.    Konjungsi subordinatif pengandaian antara lain, yaitu andaikan, seandainya, umpamanya, dan sekiranya.
d.    Konjungsi subordinatif kosesif antara lain, yaitu biarpun, meskipun, walaupun, sekalipun, sungguhpun, kendatipun.
e.    Konjungsi subordinatif pembandingan antara lain, yaitu seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, dan alih-alih.
f.    Konjungsi subordinatif sebab antara lain, yaitu sebab, karena, oleh karena, dan oleh sebab.
g.    Konjungsi subordinatif hasil antara lain, yaitu sehingga, sampai-sampai, dan maka(nya).
h.    Konjungsi subordinatif alat antara lain, yaitu dengan, tanpa.
i.    Konjungsi subordinatif cara antara lain, yaitu dengan, dan tanpa.
j.    Konjungsi subordinatif komplementasi antara lain, yaitu bahwa.
k.    Konjungsi subordinatif atribut antara lain, yaitu yang.
l.    Konjungsi subordinatif perbandingan antara lain, yaitu sama, dengan, dan lebih ... daripada.
Contoh pemakaian konjungsi subordinatif dalam kalimat antara lain adalah sebagai berikut.
a.    Ayah pergi ke kantor ketika sedang hujan.
b.    Orang tuanya telah meninggal dunia sehingga ia tidak dapat melanjutkan sekolahnya.
•    Konjungsi Korelatif
Konjungsi korelatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, atau klausa dan kedua unsur itu memiliki status sintaksis yang sama. Konjungsi korelatif terdiri atas dua bagian yang dipisahkan oleh salah satu kata, frasa, atau klausa yang dihubungkan. Konjungsi korelatif ini antara lain, yaitu (1) baik ... maupun..., (2) tidak hanya ... tetapi ... juga ..., (3) demikian ... sehingga ..., (4) bukan ... melainkan ..., (5) tidak ... tetapi ..., (6) apa(kah) ... atau ..., (7) entah ... entah ..., (8) jangankan ... pun ...
Contoh pemakaian konjungsi korelatif dalam kalimat antara lain adalah sebagai berikut.
a.    Baik orang tua maupun anaknya sama-sama suka membantu orang lain.
b.    Tidak hanya berbakti kepada orang tua, tetapi kita juga harus harus berbakti kepada orang yang lebih tua.
•    Konjungsi Antarkalimat
Berbeda dengan konjungsi yang lainnya, konjungsi antarkalimat menghubungkan satu kalimat dengan kalimat yang lain. Oleh karena itu, konjungsi ini selalu memulai suatu kalimat yang baru, dan tentu saja huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital. Konjungsi antarkalimat ini antara lain, yaitu biarpun demikian/begitu, sekalipun demikian/begitu, sungguhpun demikian/begitu, walaupun demikian/begitu, meskipun demikian/begitu, sesudah itu, setelah itu, selanjutnya, tambahan pula, lagipula, selain itu, sebaliknya, sesungguhnya, bahwasanya, malahan, bahkan, (akan) tetapi, namun, kecuali itu, dengan demikian, oleh karena itu, karena itu, oleh sebab itu, sebab itu, sebelum itu, jadi, kalau begitu, itulah sebabnya, karena itulah.
Contoh pemakaian konjungsi antarkalimat antara lain adalah sebagai berikut.
a.    Imran anak yang baik. Selain itu, dia juga anak yang pandai.
b.    Ibu Rina pergi mengajar di kelas saya. Sesudah  itu, ia mengajar di kelas sebelah.
•    Konjungsi Antarparagraf
Jika konjungsi antarkalimat menghubungkan dua kalimat dan memulai suatu kalimat baru, konjungsi paragraf pada umumnya melalui suatu paragraf. Hubungan dengan paragraf sebelumnya berdasarkan makna yang terkandung pada paragraf sebelum itu. Konjungsi antarparagraf antara lain, yaitu adapun, akan hal, mengenai, dalam pada itu, alkisah, arkian,  sebermula, syahdan.
Contoh pemakaian konjungsi antarparagraf antara lain adalah sebagai berikut.
Kemarin bapak anak itu meninggal. Ia sangat sedih. Hal ini terlihat pada saat jenazah ayahnya akan disemayamkan ie menangis histeris. Ia seakan tidak rela kehilangan orang tuanya.
Adapun meninggalnya bapak anak itu disebabkan karena ulah anak itu sendiri. Pada saat anak itu bertengkar dengan bapaknya tiba-tiba penyakit jantung yang diderita bapaknya kambuh.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar