Senin, 12 Desember 2011

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KETIDAKEFEKTIFAN GURU DALAM KEGIATAN MENGAJAR


BAB I
PENDAHULUAN
1.1    Latar Belakang

1.2    Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, maka dalam makalah ini akan membahas masalah sebagai berikut:
1.    Bagaimanakah pengertian guru?
2.    Bagaimanakah peranan guru?
3.    Apakah faktor-faktor yang menyebabkan ketidakefektifan guru?
4.    Bagaimanakah solusi untuk mengatasi agar guru dapat mengajar secara efektif?
1.3    Tujuan
Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.    Untuk mengetahui pengertian guru.
2.    Untuk mengetahui peranan guru.
3.    Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan ketidakefektifan guru.
4.    Untuk mengetahui solusi untuk mengatasi agar guru dapat mengajar secara efektif
BAB II
PEMBAHASAN

2.1    Pengertian Guru
Guru adalah profesi, guru profesional adalah guru yang memiliki dedikasi tinggi dalam pendidikan, tanpa dedikasi tinggi maka proses belajar mengajar akan kacau balau. Dalam proses belajar menagajar, yang telah berlangsung di dalam kelas, dapat ditemukan beberapa komponen yang bersama-sama mewujudkan proses belajar mengajar yang dapat juga dinyatakan sebagai struktur dasar dalam proses belajar mengajar. Dalam hal ini guru sebagai pendidik dan murid sebagai peserta didik dapat saja dipisahkan kedudukannya, akan tetapi mereka tidak dapat dipisahkan dalam mengembangkan murid dalam mencapai cita-citanya.
Menurut Zakiah Darajat (1992), tidak sembarangan orang dapat melakukan tugas guru, tetapi orang-orang tertentu yang memenuhi persyaratan berikut ini yang dipandang mampu : bertakwa, berilmu, sehat jasmani, dan berkelakuan baik.
Jadi guru adalah merupakan sebuah profesi yang diharuskan oleh mereka yang menggelutinya untuk mempunyai dedikasi yang tinggi dimana ia mampu menciptakan proses belajar mengajar yang efektif.
2.2    Peranan Guru
Daoed Yoesoef (1980) menyatakan bahwa seorang guru mempunyai tiga tugas pokok yaitu tugas profesional, tugas manusiawi, dan tugas kemasyarakatan (sivic mission). Jika dikaitkan pembahasan tentang kebudayaan, maka tugas pertama berkaitan dengar logika dan estetika, tugas kedua dan ketiga berkaitan dengan etika.
 Tugas-tugas profesional dari seorang guru yaitu meneruskan atau transmisi ilmu pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai lain yang sejenis yang belum diketahui anak dan seharusnya diketahui oleh anak.
Tugas manusiawi adalah tugas-tugas membantu anak didik agar dapat memenuhi tugas-tugas utama dan manusia kelak dengan sebaik-baiknya. Tugas-tugas manusiawi itu adalah transformasi diri, identifikasi diri sendiri dan pengertian tentang diri sendiri.
WF Connell (1972) membedakan tujuh peran seorang guru yaitu (1) pendidik (nurturer), (2) model, (3) pengajar dan pembimbing, (4) pelajar (learner), (5) komunikator terhadap masyarakat setempat, (6) pekerja administrasi, serta (7) kesetiaan terhadap lembaga.
Peran guru sebagai pendidik (nurturer) merupakan peran-peran yang berkaitan dengan tugas-tugas memberi bantuan dan dorongan (supporter), tugas-tugas pengawasan dan pembinaan (supervisor) serta tugas-tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan anak agar anak itu menjadi patuh terhadap aturan-aturan sekolah dan norma hidup dalam keluarga dan masyarakat. Tugas-tugas ini berkaitan dengan meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan, pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan dan hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.
 Peran guru sebagai model atau contoh bagi anak. Setiap anak mengharapkan guru mereka dapat menjadi contoh atau model baginya. Oleh karena itu tingkah laku pendidik baik guru, orang tua atau tokoh-tokoh masyarakat harus sesuai dengan norma-norma yang dianut oleh masyarakat, bangsa dan negara. Karena nilai nilai dasar negara dan bangsa Indonesia adalah Pancasila, maka tingkah laku pendidik harus selalu diresapi oleh nilai-nilai Pancasila.
 Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam pengalaman belajar. Setiap guru harus memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggurfg jawab sosial tingkah laku sosial anak. Kurikulum harus berisi hal-hal tersebut di atas sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut.
Peran guru sebagai pelajar (leamer). Seorang guru dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang dirnilikinya tidak ketinggalan jaman. Pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai tidak hanya terbatas pada pengetahuan yang berkaitan dengan pengembangan tugas profesional, tetapi juga tugas kemasyarakatan maupun tugas kemanusiaan.
Peran guru sebagai setiawan dalam lembaga pendidikan. Seorang guru diharapkan dapat membantu kawannya yang memerlukan bantuan dalam mengembangkan kemampuannya. Bantuan dapat secara langsung melalui pertemuan-pertemuan resmi maupun pertemuan insidental.
 Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat. Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan di segala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya.
 Guru sebagai administrator. Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran. Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah melaksanakan tugasnya dengan baik.
Pada akhirnya guru guru mempunyai peranan untuk guru harus memberikan pengetahuan, keterampilan dan pengalaman lain di luar fungsi sekolah seperti persiapan perkawinan dan kehidupan keluarga, hasil belajar yang berupa tingkah laku pribadi dan spiritual dan memilih pekerjaan di masyarakat, hasil belajar yang berkaitan dengan tanggung jawab sosial tingkah laku sosial anak sehingga anak memiliki pribadi yang sesuai dengan nilai-nilai hidup yang dianut oleh bangsa dan negaranya, mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar untuk hidup dalam masyarakat dan pengetahuan untuk mengembangkan kemampuannya lebih lanjut.
2.3    Faktor-Faktor yang Menyebabkan Ketidakefektifan Guru
Guru yang efektif memiliki strategi pengejaran yang baik dab didukung oleh metode penetapan tujuan, perencanaan pengajaran, dan manajemen kelas. Mereka tahu bagaimana memotivasi, berkomunikasi, dan berhubungan secara efektif dengan murid-murid dari berbagai latar belakang kultural. Mereka juga mengetahui cara menggunakan teknologi yang tepat guna di dalam kelas. Berikut adalah masing-masing penjelasan dari beberapa kriteria di atas.
1.    Penguasaan Materi Pelajaran
Guru yang efektif harus berpengetahuan, fleksibel, dan memahami materi. Tentu saja, pengetahuan subjek materi tidak hanya mencakup fakta, istilah, dan konsep umum. Ini juga membutuhkan pengetahuan dasar pengorganisasian materi, mengkaitkan berbagai gagasan, cara berpikir dan berargumentasi.
Jika hal yang sebaliknya terjadi yaitu guru tidak menguasai pengetahuan mengenai materi yang diajarkannya maka kegiatan pembelajarannya tidak akan efektif.
2.    Strategi Pengajaran
Dalam hal ini bagaimana guru dapat membuat pengajaran materi dapat dikuasai oleh murid. Pada pendidikan model lama (tradisional) terlalu menekankan murid harus duduk diam, menjadi pendengar pasif dan menyuruh murid untuk menghafal informasi yang relevan dan tidak relevan. Kemudian berganti pada prinsip konstruktivisme, yaitu menekankan agar murid secara aktif menyusun dan membangun pengetahuan dan pemahamannya. Namun tidak semua ahli setuju dengan cara di atas, tetapi yang terpenting adalah walaupun anda menggunakan salah satu strategi di atas, masih banyak hal yang harus diketahui, hal-hal yang memberikan pengaruh dalam pengajaran yang efektif.
Kemudian sebelum mengajar guru tidak membuat strategi untuk menghadapi peserta didiknya maka kegiatan pembelajaran tidak akan berjalan secara efektif karena guru tidak menyediakan strategi untuk mengatasi peserta didiknya yang mempunyai kemampuan yang heterogen.
3.    Penetapan Tujuan dan Keahlian Perencanaan Instruksional
Guru yang efektif tidak sekadar mengajar di kelas, entah dia menggunakan perspektif tradisional atau konstruktivisme di atas. Mereka juga harus menentukan tujuan pembelajaran dan menyusun rencana untuk mencapai tujuan itu.
Seperti pada saat menyediakan strategi untuk menghadapi peserta didiknya, maka guru harus pula membuat perencanaan sebelum mengajar. Jika guru tidak membuat perencanaan sebelum memberikan materi bahan ajar kepada anak didiknya maka kegiatan pembelajaran tidak akan belajar secara efektif.
4.    Kurangnya Gaji Guru
Rendahnya prestasi siswa di sekolah tidak serta-merta merupakan kesalahan guru dalam menyampaikan materi pelajaran atau sumber daya manusia siswa yang rendah.
Namun diakui, faktor kesejahteraan guru akan berpengaruh pada kondisi belajar-mengajar siswa. Kesejahteraan guru akan berpengaruh pada kualitas pendidikan di sekolah, sehingga dengan pemberian kesejahteraan yang layak diharapkan prestasi dunia pendidikan.
Faktor pendorong guru melakukan pekerjaan di luar mengajar disebabkan oleh tingkat kesejahteraan yang minim. Hal ini akan berdampak pada keefektifan guru pada saat mengajar. Guru tidak akan memfokuskan dirinya sebagai tenaga pendidik sebagai akibat karena kurangnya gaji yang dihasilkan dari profesinya sebagai seorang guru sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Akibatnya pikiran guru tidak akan terfokus pada usaha-usaha untuk membuat anak didiknya berhasil dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Mereka tidak akan efektif lagi dalam memberikan pengajaran kepada anak didiknya karena pada saat mengajar mereka tidak akan terfokus pada kegiatannya mengajar tetapi ia juga memikirkan pekerjaan yang lainnya di luar kegiatan pengajaran.
Menjadi guru yang efektif juga membutuhkan komitmen dan motivasi. Aspek ini mencakup sikap yang baik dan perhatian kepada murid. Komitmen sangat dibutuhkan dalam pengajaran, bagaimana guru memberikan tenaga dan pikiran untuk memberikan pengajaran yang dapat diterima oleh murid dengan baik. Guru yang efektif juga mempunyai kepercayaan diri terhadap kemampuan mereka dan tidak akan membiarkan emosi negatif melunturkan motivasi mereka.
2.4    Solusi untuk Mengatasi agar Guru Dapat Mengajar secara Efektif
Jika guru tidak mampu memberikan kegiatan pengajaran yang efektif maka tentunya mereka para peserta didik tidak akan mampu untuk memahami materi yang diberikan oleh guru pada saat memberikan pengajaran. Akibatnya suatu saat ketika murid di out put, walaupun mereka lulus pada uijan nasional tetapi itu hanya sekedar formalitas. Tetapi pada saat pemberian tes tentang kemampuan mereka maka tingkat intelektual mereka sangat rendah. Hal ini tentu sangat berdampak pada pembangunan nasional. Pada akhirnya negara yang akan merasakan dampak dari guru yang mengajar tidak secara efektif. Pembangunan akan terhambat sehingga negara tidak akan mampu bersaing dengan negara lain.
Untuk mengatasi dampak negatif yang ditimbulkan akibat guru yang kurang memperhatikan keahlian mengajarnya maka pemerintah harus turun serta dalam meningkatkan kualitas guru dalam mengajar diantaranya yaitu dengan menaikkan gaji guru. Dengan naiknya gaji guru maka guru perhatian guru akan terfokus pada kegiatan pembelajarannya semata. Ia tidak akan lagi memikirkan usaha apa lagi yang harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Selain itu perlu diadakannya supervisi pendidikan dimana supervisi pendidikan ini akan betul-betul memberikan perhatian penuh kepada guru bagaimana cara-cara melakukan kegiatan pembelajaran yang baik agar siswa mampu menangkap setiap materi yang dijarkan oleh gurunya.














Tidak ada komentar:

Poskan Komentar